Kurangi Limbah Bumi, Stik Bekas Lolipop Ini Bisa Tumbuh Jadi Tanaman

Leave a Comment
Salah satu jajanan yang banyak digandrungi banyak orang khususnya anak-anak yaitu permen atau lolipop. Permen dengan stik sebagai pegangannya ini memang banyak digemari karena memiliki bentuk yang beragam, rasa yang manis dan juga warna yang menarik.

Namun sayangnya, banyak orang kerap membuang sampah stik lolipop dengan sembarangan. Walaupun berbentuk kecil, namun membuang sampah sembarangan tetaplah menjadi masalah dan kebiasaan yang buruk.

Maka dari itu, sebuah perusahaan yang memproduksi lolipop mencoba mencari jalan keluar. Dilansir dari INSIDER oleh Liputan6.com, Senin (22/4/2019) sebuah pabrik Amborella Organics menjual lolipop yang bisa tumbuh menjadi tanaman.

Stik Lolipop Bisa Berubah Menjadi Tanaman



Amborella Organics yang didirikan oleh Brennan Clarke, membuat lolipop dengan beragam rasa seperti lolipop pada umumnya. Yang membuatnya unik dan ramah lingkungan adalah lolipop ini dibuat dari bahan organik dari beragam bunga.

Di dalam stik lolipopnya juga dengan benih asli dengan berbentuk bubuk. Beberapa rasa lolipop tersebut seperti rosemary, mint, peach & marigold, daun jeruk & lavender

Lolipop yang berwarna bening tersebut, bisa dilihat terdapat serpihan bahan yang digunakan. Jika seseorang membuang stik lolipop tersebut ke tanah, maka benih yang ada di dalam stik akan tubuh. Terlebih lagi jika terkena hujan dan suburnya tanah.

Jika lolipop tersebut rasa mint, maka benih yang ada di dalam stik adalah benih tanaman mint. Stik tersebut akan tumbuh menjadi tanaman mint pula.

Baca juga : Kapsul Air Mengurangi Limbah Botol Plastik

Sumber : Liputan6



Read More

Kapsul Air untuk Kurangi Limbah Botol Plastik

Leave a Comment
Gambar Ilustrasi Kapsul Air

Salah satu inovasi unik untuk mengurangi sampah plastik datang dari Skipping Rocks Lab membuat edible water bottle (wadah air minum yang bisa dimakan) bernama Ooho, seperti yang Liputan6.com lansir dari Ohoowater, Jumat (10/5/2019). Skipping Rocks mengklaim bahwa kapsul air ini bisa membantu menekan penggunakan botol plastik.

Asal Mula Inovasi Kapsul Air



Pada 2014, para sarjana teknik dari Imperial College London membuat proyek untuk mengurangi jumlah sampah botol plastik di Inggris. Setelah melakukan research, mereka menemukan bahwa sari rumput laut ternyata tidak mempengaruhi rasa dan warna minuman. Akhirnya, sari itu dibuat menjadi semacam agar-agar sebagai wadahnya yang nantinya di dalamnya diisi air minum.

Berbentuk seperti gelembung, air minum itu bisa dikonsumsi dengan wadahnya ‘Ooho’. Selain itu, bentuknya bisa menyesuaikan tempat dan ringan. Saat ini Ohoo terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat.

Tak hanya air mineral, Ooho sendiri telah memiliki banyak variasi minuman seperti jus. Harga bahan baku pembuatannya tergolong sangat murah kalau dibandingkan pembuatan satu botol plastik. Jadi, pengeluaran pabrik bisa dipangkas dan konsumen pun puas.

Penemuan ini juga dibarengi promosi unik dari Skipping Rocks lab. Mereka bekerjasama dengan event promotor berbagai acara seperti London Marathon untuk menggunakan produknya sebagai ganti botol air minum. Tidak tanggung-tanggung, pada tahuan 2018, mereka sudah mem-booking 18 event. Total hasil penggalangan dananya pun mencapai USD 500 ribu atau setara Rp 7,1 Miliar. Dana ini lalu digunakan sebagai modal menjual Ohoo Water secara resmi.

Bekerja Sama dengan London Marathon untuk Promosi


London Marathon merupakan salah satu ajang maraton terbesar di dunia. Untuk penyelenggaraan tahun ini, panitia bekerja sama dengan Skipping Rocks menyediakan solusi menarik yang bisa mengurangi limbah plastik.

Biasanya untuk ajang sebesar London Marathon, panitia menyediakan beratus-ratus bahkan ribuan botol minum yang diberikan pada pelari. Mengingat mayoritas botol air terbuat dari plastik, tentu bisa dibayangkan berapa banyak sampah plastik dari acara ini.

Tetap akan ada penyediaan botol air plastik, tetapi jumlahnya berkurang dari 920 ribu pada 2018 menjadi 704 ribu tahun 2019. Semua botol air yang dibagikan tahun ini setidaknya akan sebagian terbuat dari plastik daur ulang dan wadah yang dibuang akan didaur ulang. Menurut Hugh Brasher, direktur acara London Marathon, ini adalah cara untuk mempertahankan keberlangsungan lingkungan.

Untuk mempromosikan Ooho water panita memberikan pada pelari London Marathon yang telah mencapai titik 23 mil, mereka diberi kapsul air yang bisa dimakan yang terbuat dari ekstrak rumput laut, bukan botol air plastik. Ini adalah salah satu cara penyelenggara untuk mengurangi jumlah besar sampah plastik yang dihasilkan selama menjalankan acara.


Sumber : Liputan6



Read More

Cara Memilih Root Blower

Leave a Comment
Sebelum kami berikan tips untuk cara memilih Root Blower, alangkah baiknya kita mengenal lebih dekat dengan Mesin yang satu ini. Agar kita benar-benar tahu betul seperti apa cara keranya dan apakah sesuai dengan yang sebenarnya anda butuhkan. Supaya pada aplikasinya nanti Root Blower itu bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya tekanan batin dari Mesin karena salah aplikasi dan beban yang berlebih, atau tekanan batin dari teknisi karena Root Blower sering trouble, ataupun tekanan batin dari si pemilik karena biaya perawatan yang mahal ditambah biaya listrik yang tinggi akibat power motor yang berlebih. Untuk itu disini kami akan memberikan Tips Cara Memilih Root Blower yang tepat sebelum anda membelinya di Toko Jual Beli yang tersebar di internet. Oke tanpa berlama-lama mari langsung saja kita ulas bersama.

Proses Pemasangan Root Blower

Apa itu Root Blower dan bagaimanakah cara kerjanya?
Root Blower adalah mesin pompa udara / mesin tiup (discharge). Nama Root Blower itu sendiri diambil dari istilah Blow atau yang berarti Meniup. Untuk cara kerja yaitu dengan cara menghisap udara dari inlet kemudian diolah didalam mesin blower untuk diatur tekanan udaranya sebelum nanti ditiupkan / dihembuskan kembali udaranya menju outlet pipa (ruang tertutup) yang nantinya bisa digunakan untuk mensupplai ke sebuah sistem yang memerlukan udara. Contohnya seperti pada Aerasi IPAL yang membutuhkan udara untuk memenuhi kebutuhan oksigen bakteri agar tetap hidup. Juga pada kolam ikan dan tambak udang yang membutuhkan udara.

Klik di bawah ini untuk melihat contoh aplikasi Root Blower pada penggunaan lainnya.


Setelah selesi membaca biodata Root Blower di atas, itu artinya anda  telah mengetahui konsep dasar dari Root Blower. Selanjutnya kita akan mulai memasuki pokok inti pembahasan kita yaitu tentang Bagaimana Cara Memilih Root Blower yang Tepat.

Tips Cara Memilih Root Blower


1. Ketahui fungsi root blower pada aplikasi penggnaan


Sebelum anda memutuskan untuk membeli mesin Blower, sebaiknya anda tahu betul Blower itu nantinya akan di gunakan untuk apa? Jangan sampai nanti salah fungsi. Karena jenis blower sendiri ada berbagai macam di luar sana, ada Fan Blower, Aerator Blower, Ring Blower dan Root Blower. Juga Root Blower pun sebenarnya memiliki banyak model yang bisa anda pilih sesuai aplikasinya.

Klik di bawah ini untuk melihat beragam model Root Blower dari Anlet Jepang yang juga disertai keterangan Aplikasi penggunaan yang cocoknya untuk sistem apa.


2. Ketahui kapasitas dan tekanan udara yang dibutuhkan


Banyak yang salah kaprah disini ketika kita menentukan Root Blower hanya berdasarkan dari Power Motornya saja berapa hp misalkan. Padahal di sini kita tahu kalau konsep dasar dari Mesin Root Blower itu adalah selain untuk menghasikan udara juga dapat mengatur tekanan udara. Jadi yang sebenarnya kita butuhkan dan kita tentukan terlebih dahulu disini adalah Berapa Kapasitas Udaranya dan Berapa Tekanan Udaranya yang dibutuhkan dari sebuah sistem yang ada ditempat anda. Dan disini motor sifatnya hanya menyesuaikan saja dengan rasio pulley.

Hanya dengan mengetahui Fungsi Blower pada Aplikasi untuk apa, Kapasitas Udara dan Tekanan Udara yang dibutuhkan pada sistem berapa. Maka kita sudah bisa menentukan Blower mana yang cocok untuk daplikasikan pada sistem anda. Sehingga Root Blower dapat bekerja dengan maksimal sesuai dengan fungsinya dan efisien secara penggunaan.

Namun jika anda masih kesulitan dalam hal menentukan berapa kapasitas udara dan berapa tekanan udara yang sebenarnya dibutuhkan pada sistem di tempat anda. Jangan khawatir, team kami akan membantu anda. Langsung saja hubuungi nomer 0813-9159-9982 bisa telpon atau whatsapp, atau bisa juga komentar di kolom bawah. Dengan cara menginfokan terlebih dahulu aplikasi penggunaannya untuk apa, nanti akan kami arahkan ke tahap selanjutnya.

Cara menentukan kapasitas dan tekanan udara yang dibutuhkan


Dalam tahap ini, kita akan menentukan kapasitas dan tekanan udara Root Blower yang dibutuhkan pada aplikasi sistem. Sebelumnya kita harus tahu betul mengenai sistem yang ada. Sebagai contoh berikut :

Kebutuhan udara untuk Aerasi IPAL
Yang perlu anda ketahui sebelumnya yaitu mengenai hal sebagai berikut:

  1. Ukuran aerasi IPAL
      - panjang kolam
      - lebar kolam
      - ketinggian air limbah dari dasar (bukan kedalaman kolam)

  2. Karakter air limbah yang akan di olah
     - BOD (Biological Oxygen Demand)
     - COD (Chemical Oksigen Demand)
     - MLSS (Mixed Liquor Suspended Solids)
     - TSS (Total Suspended Solids)

  3. Kapasitas pengolahan limbah perhari

Kebutuhan udara untuk Transfer Material (Pneumatic Conveyor)
Yang perlu anda ketahui sebelumnya yaitu mengenai hal sebagai berikut:

  1. Panjang sistem perpipaan
      - panjang total pipa horisontal
      - panjang total pipa vertikal
      - jumlah sudut atau belokan pipa
      - ukuran sudut pipa berapa derajat

  2. Karakteristik material yang akan di transfer
      - ukuran material
      - berat jenis
      - ketahanan suhu maksimal
      - kelengketan

  3. Kapasitas transfer material per jam

Jika sudah mengetahui mengenai detail sistem pada contoh di atas, maka langkah selanjutnya adalah kita mulai masuk pada proses perhitungan. Kami bisa membantu anda untuk melakukan perhitungannya, silahkan bisa anda hubungi nomor yang tertera di website ini atau bisa juga langsung email ke ivam@yuanadam.com




Read More

Daftar Harga Root Blower ANLET

Leave a Comment

ANLET ROOTS BLOWER


Anlet adalah brand Root Blower No. 1 di Jepang


Kenapa harus Root Blower ANLET ?

  1. Usia blower sangat panjang (Awet)
  2. Periodik maintenance sangat mudah
  3. Penggunaan listrik lebih rendah
  4. Running cost murah
  5. Banyak type / model (mudah untuk menyesuaikan kebutuhan)


Daftar Harga Root Blower ANLET


Root Blower ANLET BE-H


MODEL ROOT BLOWERKAPASITASTEKANAN
TYPEUKURAN(m3/min)(Kpa)
BE 50E2 Inch1.04 ~ 2.5910 ~ 50
POWER MOTORHARGA
0.7 ~ 3.2 kW / 1 ~ 3 hpRp. 28.000.000 ~ 43.000.000

MODEL ROOT BLOWERKAPASITASTEKANAN
TYPEUKURAN(m3/min)(Kpa)
BE 65H2.5 Inch2.08 ~ 3.9610 ~ 80
POWER MOTORHARGA
1.0 ~ 6.4 kW / 1.5 ~ 10 hpRp. 41.000.000 ~ 56.000.000

MODEL ROOT BLOWERKAPASITASTEKANAN
TYPEUKURAN(m3/min)(Kpa)
BE 80H3 Inch3.35 ~ 6.2310 ~ 80
POWER MOTORHARGA
1.4 ~ 9.9 kW / 2 ~ 15 hpRp. 53.000.000 ~ 68.000.000

MODEL ROOT BLOWERKAPASITASTEKANAN
TYPEUKURAN(m3/min)(Kpa)
BE 100H4 Inch4.76 ~ 9.010 ~ 80
POWER MOTORHARGA
2.1 ~ 14.7 kW / 3 ~ 20 hpRp. 60.000.000 ~ 75.000.000

MODEL ROOT BLOWERKAPASITASTEKANAN
TYPEUKURAN(m3/min)(Kpa)
BE 125H5 Inch8.1 ~ 16.610 ~ 80
POWER MOTORHARGA
2.8 ~ 28.5 kW / 4 ~ 40 hpRp. 75.000.000 ~ 90.000.000

MODEL ROOT BLOWERKAPASITASTEKANAN
TYPEUKURAN(m3/min)(Kpa)
BE 150H6 Inch15.4 ~ 30.310 ~ 80
POWER MOTORHARGA
4.9 ~ 43.2 kW / 7.5 ~ 60 hpRp. 122.000.000 ~ 137.000.000

MODEL ROOT BLOWERKAPASITASTEKANAN
TYPEUKURAN(m3/min)(Kpa)
BE 200H8 Inch28.1 ~ 50.910 ~ 80
POWER MOTORHARGA
9.1 ~ 74.5 kW / 15 ~ 100 hpRp. 175.000.000 ~ 190.000.000


#Anlet #Showfou #Futsu #IngersollRand #Kaeser #Airus #Dresser #Howden #Kingood #Mivalt #Hibon #Shimizu #ITO #Robuschi #Aerzen #Zhanggu #PVR #Trundean #Claudius Peters #Unozawa #TSC #AlfaLaval #Tai-YihSun #ShinMaywa #Sutorbilt #Gardner Denver #Everest #Taiko #URAI #Pristair #CKE
Read More

Cara Praktis Mengidentifikasi Limbah B3

Leave a Comment

Apakah Limbah B3 ( Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya ) Itu ?

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, sebuah perusahaan yang utamanya bergerak di bidang industri atau pabrikasi biasanya akan selalu menghasilkan sisa kegiatan yang biasa disebut dengan limbah.

Yang secara mendasar, limbah ( industri ) dapat dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu :

1. Limbah yang tidak beracun dan berbahaya
Dalam hal ini adalah limbah yang biasa dikenal umum selama ini

2. Limbah B3 atau limbah Bahan Beracun dan Berbahaya 
Limbah B3 atau limbah Bahan Beracun dan Berbahaya adalah : Sisa suatu usaha dan atau kegiatan yg mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yg karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusakkan Lingkungan Hidup, dan atau dapat membahayakan Lingkungan Hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

Karena sifatnya yang beracun dan berbahaya itulah, maka limbah jenis ini diharuskan mendapatkan penanganan atau perlakuan yang berbeda dari limbah-limbah biasanya. Limbah B3 tidak boleh ditangani dan diperlakukan secara asal-asalan.
Dimana penanganan dan perlakuan limbah B3 yang meliputi penyimpanan, pengangkutan hingga pemanfaatannya diatur berdasar Undang-Undang dan atau Peraturan Pemerintah. 

1. Jenis-jenis limbah B3 menurut sumbernya, yaitu :

a. Limbah B3 dari sumber tidak spesifik
b. Limbah B3 dari sumber spesifik
c. Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan, bekas kemasan, buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi

2. Uji karakteristik limbah B3 :

a. Mudah meledak
b. Mudah terbakar
c. Bersifat reaktif
d. Beracun
e. Menyebabkan infeksi
f. Bersifat korosif

3. Penentuan sifat akut dan atau kronik dengan pengujian toksikologi

4. Daftar yang termasuk ke dalam jenis limbah B3 terdapat pada Lampiran PP RI No. 85 Tahun 1999 tentang Perubahan atas PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3

5. Limbah dari kegiatan yang tidak termasuk dalam Lampiran PP RI No. 85 Tahun 1999 jika terbukti memenuhi uji karakteristik dan uji toksikologi maka limbah tersebut merupakan limbah B3 (pasal 8)

Simbol Limbah Berbahaya

Cara Identifikasi limbah B3 yang ada di perusahaan :

Berdasarkan uraian singkat di atas, maka cara paling mudah dan paling cepat untuk mengidentifikasi adanya limbah B3 di perusahaan dapat dilakukan :


1. Dengan mencocokkan limbah yang dihasilkan oleh perusahaan dengan daftar limbah B3 sebagaimana yang termuat dalam Lampiran PP RI No. 85 Tahun 1999 tentang Perubahan atas PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3.

2. Apabila ternyata limbah yang dihasilkan perusahaan tidak terdapat pada daftar limbah B3 sesuai lampiran di atas, namun ragu-ragu dengan limbah yang ada, maka pelaku usaha dapat mengujikan limbah tersebut pada laboratorium berwenang yang telah ditunjuk atau diakui oleh Pemerintah.
Pengujian laboratorium dapat meliputi uji karakteristik, penentuan sifat kronik hingga uji sifat toksikologi.

Dengan melakukan cara identifikasi di atas maka perusahaan akan bisa mengetahui dengan pasti apakah limbah yang dihasilkannya termasuk limbah B3 atau tidak.

Selain itu sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan instansi yang berwenang, dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup setempat. 
Dengan demikian dapat diambil penanganan atau perlakuan sebagaimana mestinya.


Sumber : Anekacarapraktis



Read More

Sludge Burning adalah Solusi Alternatif Pengelolaan Sludge Ex IPAL

Leave a Comment

Satu permasalahan yang sangat krusial dalam hal pengolahan air limbah / Instalasi Pengolah Air Limbah ( IPAL ) adalah permasalahan sludge.

Seperti telah diketahui, salah satu prinsip dasar dan umum pada pengolahan air limbah adalah pemisahan antara padatan yang terikut pada air limbah dengan air limbah itu sendiri. Baik itu menggunakan system pengolahan limbah secara mekanis / fisis, chemis ataupun system biologis.
(“Padatan” yang dimaksud disini adalah keseluruhan partikel pengotor padat yang terkandung dalam air limbah. Dan pada umumnya kuantitas padatan ini akan berbanding lurus dengan beberapa pengotor lainnya, meski dalam beberapa jenis air limbah tidak demikian).
Yang pada akhirnya dapat dihasilkan “ air “ yang relatif terbebas dari berbagai kotoran padatan, sehingga relative aman untuk dapat dibuang ke lingkungan.

Permasalahannya adalah sebagus apapun, secanggih apapaun proses yang dilakukan pada Instalasi Air Pengolah Limbah selalu akan dihasilkan padatan sisa / sludge IPAL.

Sedangkan sludge IPAL itu sendiri merupakan salah satu jenis limbah dan memerlukan penanganan serta pengelolaan lebih lanjut.

Dan tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit.

Sludge Power

Jadi, yang umum terjadi pada proses pengolahan limbah adalah “hanya” mengubah bentuk satu limbah ke bentuk limbah lainnya.
Dan sialnya pula, di Negara kita ini, sludge dari IPAL pada umumnya dikategorikan sebagai limbah B3 / limbah beracun berbahaya .
( Bisa dilihat disini : Cara Praktis Indentifikasi Limbah B3 ).

Adanya embel-embel limbah B3 ini pada sludge ex IPAL tentu saja sangat-sangat menyulitkan para pengelola. Menyelesaikan masalah tetapi dengan masalah. 
Secara konvensional, sludge IPAL biasanya ditangani dengan cara landfill meski kebanyakan tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan atau digunakan sebagai bahan urugan.

Cara landfill ini sebenarnya metode favorit dan banyak dilakukan oleh para pengelola.

Namun untuk saat ini metode landfill justru mengundang resiko. Pengetatan penerapan peraturan pengelolaan limbah B3 adalah alasan utamanya.
Sudah banyak pengelolan yang “ terjaring “ dengan aturan ini dan dikenai sangsi atau sebatas teguran. Namun untuk menyediakan “ landfill yang benar-benar landfill “ membutuhkan lahan luas dan biaya yang tidak sedikit.

Dan ini tentu saja memberatkan pengelola, terlebih jika pengelola termasuk UKM.
Sedangkan di satu sisi, pembuat kebijakan sendiri belum memberikan fasilitas atau sarana yang memadai. Satu-satunya cara yang sering direkomendasikan saat ini adalah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga yang mendapatkan ijin dari pemerintah.
Namun sialnya pula, pihak ketiga yang berijin inipun jumlahnya hanya segelintir dan hanya terkonsentrasi di beberapa kota.
Biayanya ??? jangan ditanya mahalnya.
Artinya, limbah yang masuk dalam kategori B3 terkadang harus menempuh beratus-ratus kilometer untuk dikirim ke pihak ketiga berijin agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Maka dapat dibayangkan, betapa kuat para pengelola menanggung biaya. Alih-alih mau mengelola limbah B3 secara baik, pengelola justru akan gulung tikar.
Ada beberapa pengelola yang mempunyai inisiatif brilian dengan cara menggunakan sludge ex IPAL ini sebagai pupuk. Namun dari beberapa percobaan metode ini kurang efektif dan efisien.

Merujuk pada perkembangan teknologi di beberapa negara maju, telah dicoba untuk menangani persoalan sludge ex IPAL pada industri kertas dengan cara menggunakannya sebagai campuran umpan bahan bakar Boiler. Karena seperti telah diketahui, sludge ex IPAL pada industri kertas masih mengandung serat kertas ( fiber ) yang mempunyai kemampuan untuk dibakar.
Hasil percobaan, tampaknya bisa menjadi salah satu solusi untuk menangani permasalah sludge ex IPAL, khususnya pada industri kertas.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi penggunaan sludge sebagai campuran umpan bahan bakar ( sludge burning ) Boiler ini.

Sludge ex IPAL yang digunakan hendaknya ( diutamakan ) masih mengandung bahan yang bisa terbakar atau mengandung sisa kalori. Sehingga pada tahap awal, Sludge ex IPAL harus dikeringkan.

Ada beberapa metode untuk pengeringan sludge ini, tergantung kondisi dan sarana yang tersedia.

Pada percobaan, sludge ex IPAL dari bak penampung sludge dilakukan pengempaan dengan mesin Belt Press. Keluar press kadar air sludge berkisar sekitar 50 - 70 %.
Untuk dapat dipakai sebagai campuran bahan baker Boiler kandungan air sludge harus berkisar antara 40 % - 50 %. Untuk itu sludge dari belt press harus dikeringkan lagi.

Pengeringan lanjut dapat menggunakan bantuan sinar matahari atau menggunakan panas gas buang boiler. Sludge yang sudah mencapai kadar air 40 % - 50 % selanjutnya dilakukan penghancuran dengan crusher sehingga menjadi serbuk.
Serbuk sludge kemudian dapat dicampurkan dengan batubara sebagai bahan baker boiler, dengan perbandingan mula dari 5 % sludge.Atau disesuaikan dengan spesifikasi masing-masing Boiler.
Dan yang perlu dicatat, boiler yang dapat digunakan untuk sludge burning adalah Fluidized Bed Boiler.
Dari hasil penelitian, penggunaan sludge sebagai campuran bahan bakar boiler batubara :
- tidak mempengaruhi laju produksi steam
- tidak meningkatkan polutan pada gas buang boiler
- dioxin dapat dihilangkan pada proses pembakaran


Sumber : Anekacarapraktis



Read More

Cara Praktis Mengatasi Sludge Bulking pada IPAL

Leave a Comment
Salah satu hal yang paling dihindari dan menjadi masalah besar bagi para pengelola limbah cair – khususnya yang menggunakan metode bakteri aerobic di Instalasi Pengolah Air Limbah ( IPAL ) nya – adalah sludge bulking.

Sludge Bulking pada Aerasi IPAL

Sludge bulking sering dikatakan menjadi momok, karena untuk mengelola dan merawat bakteri aerob, susahnya minta ampun ( mirip-mirip merawat bayi ) sedangkan terjadinya sludge bulking bisa diakibatkan oleh sebab-sebab yang kelihatan sederhana bahkan sepele, namun untuk mengatasinya sangat rumit luar biasa. Dan Sludge bulking memang merupakan indikasi yang paling kentara terjadinya kondisi bakteri aerobic yang kurang atau tidak sehat.

Cara Mengatasi Sludge Bulking


Kondisi bakteri aerobic pada bak aerob yang mengalami sludge bulking biasanya ditandai dengan :
  • Sludge yang sulit mengendap dan banyak padatan yang terikut dan muncul di Clarifier
  • Jika dilakukan Setteability test, maka nilainya sangat tinggi
  • Jika dilihat dibawah mikroskop maka terlihat lebih banyak bakteri filamentos
  • Dan yang paling kentara adalah pada bak aerasi timbul banyak endapan-endapan hitam yang mengapung

Sebagaimana diuaraikan di atas, penyebab sludge bulking terkadang diakibatkan oleh sebab yang sepele dan sederhana. Umumnya masalah pada aerasi ini karena kelalaian pengolahan dan pengontrolan. Meski terkadang karena adanya perubahan yang drastis pada sumber air limbah yang diolah.

Dari pengalaman, sebab-sebab umum yang dapat menimbulkan sludge bulking dapat dikarenakan :
  • Adanya beban / organic loading yang terlalu sering berubah-ubah dan tidak stabil
  • Tingkat oksigen / Dissolve Oxygen ( DO ) terlarut di dalam bak aerasi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  • Sumber limbah terolah yang memang mengandung racun bagi bakteri
  • Kurangnya nutrient
  • Terjadinya fluktuasi terlalu besar dan atau kurang dari pH 6

Langkah-langkah Mengatasi Sludge Bulking


Jika sampai terjadi sludge bulking, maka langkah-langkah pertama untuk mengatasi sludge bulking yang harus dilakukan oleh para pengolah limbah cair / pengelolaan IPAL yang baik adalah :
  1. Lakukan pengecheckan pada :     a) bagaimana trend MLVSS     b) Nilai MCRT     c) Berapa besar F/M ratio     d) Berapa nilai Dissolve Oxygen ( DO ) nya     e) Berapa BOP in
  2. Lakukan Toxic Check ( OVR )
  3. Berapa Nutrient level serta residual levelnya
  4. Lakukan setteanility test
  5. Lakukan pengecheckan langsung nilai DO di beberapa titik tangki / bak Aerasi
  6. Check seandainya terjadi fluktuasi pH pada inlet Aerasi
  7. Lakukan juga pengecheckan pada suhu inlet
  8. Lihat apakah nilai F/M terlalu rendah

Jika telah dilakukan pengecheckan sesuai langkah di atas, biasanya telah bisa diketahui sebab-sebabnya. Sehingga dapat langsung diambil langkah tindakan yang paling tepat.

Langkah Praktis Mengatasi Sludge Bulking


Dan sebagai pedoman umum, langkah-langkah praktis yang dapat diambil untuk melakukan pengobatan jika sampai terjadi sludge bulking pada bak / tangki Aerasi adalah :
  1. Atur COD load. Nilai COD load tidak boleh lebih 20 % dari nilai rata-rata COD pada 5 9 lima ) hari terakhir ).
  2. Naikkan RAS ke batas maksimal ( maksimal limit RAS ) untuk mengurangi carry over padatan ke Clarifier.
  3. Pantau dan jaga DO pada tangki / bak aerasi antara 1,5 sampai dengan 4 ppm.
  4. Pastikan sumber air limbah bagus. Dalam hal ini tidak mengandung racun bagi bakteri. Misal mengandung Chlorine, Biocide, dsb.
  5. Tambahkan jumlah Nitrogen mikro ataupun makro. Dan pastikan juga bahwa residual nutrient cukup.
  6. Lakukan Observasi sludge dengan Settling Test.
  7. Jika jumlah bakteri filament terlalu banyak ( diketahui setelah dilihat di bawah mikroskop ), maka jangan ragu melakukan Chlorinasi. Namun hati-hati jangan terlalu over. Usahakan Chlorinasi yang dilakukan dalam dosis yang tepat, sekitar 2 mg/hari/1000 mg MLVSS.
  8. Jika memang diperlukan, tambahkan koagulan dan flokulan.
  9. Jika kedapatan Dissolve Oxygen ( DO ) drop mau tak mau; langkah yang harus segera dilakukan adalah menambah Oksigen secara cepat dan banyak.
  10. Terakhir, jika memang diperlukan juga lakukan adjust pH.
Sedangkan salah satu alternatif untuk mengatasi sludge hasil olahan IPAL adalah dengan : Sludge Burning.


Sumber : Anekacarapraktis



Read More