Proses Pengolahan Air Limbah

Leave a Comment
Proses Aerasi Pengolahan Limbah

PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH

Pengolahan air limbah saat ini telah dikembangkan dan disempurnakan dengan menggunakan beberapa teknik yaitu biologi, kimia, mekanis, dan fisik yang paling baik secara teknis.

FUNGSI pengolahan air limbah yang ada di pabrik adalah untuk mempercepat proses pembersihan air itu sendiri. Pada dasarnya sama dengan apa yang terjadi secara alami yang ada di danau atau sungai.

Proses pengolahan air limbah melibatkan 3 langkah utama:

Tahap Awal
Penyaring, tangki pengendapan, dan alat skimming digunakan untuk memisahkan pasir, pasir dan puing-puing yang lebih besar dari cairan.

Tahap Utama
Dengan memakai Tanki atau Kolam di bagian bawah dan alat skimming digunakan untuk menghilangkan 35-60% polutan (dari lumpur hingga buih yang diteruskan ke digester).

Tahap Lanjutan (proses biologi dan penyelesaian)
Untuk menghilangkan 85-90% dari bahan padat yang tersisa di permukaan maupun yang terlarut dalam air dengan menggunakan Proses biologis. Yaitu dengan menggunakan udara untuk merangsang pertumbuhan bakteri dan organisme lain yang nantinya di butuhkan untuk mengkonsumsi sebagian besar bahan limbah, seperti nitrogen dan fosfor. 

SAMPLING DAN PENGUJIAN WASTEWATER

Teknisi melakukan tes rutin untuk memantau air yang masuk ke pabrik dan untuk memastikan bahwa pabrik memenuhi persyaratan untuk menghasilkan air bersih. Sampel diambil setiap hari dan setiap jam, dengan hasil dilaporkan ke lembaga pemerintah.

Proses Pengolahan Air Limbah

PROSES PEMURNIAN AIR

Daftar berikut ini memberikan gambaran singkat tentang tingkat luas pengolahan yang terjadi di pabrik pengolahan air dan pemurnian ...
  1. Pra-penyaringan : Air mengalir melalui saringan jala untuk menghilangkan tongkat, gulma air dan benda asing lainnya.
  2. De-Gassification : Udara digunakan untuk menghilangkan bau dan gas dari air (untuk melarutkan garam logam yang dapat dipisahkan dan disaring). Udara ditambahkan dengan mengalirkan air ke bawah menara, menyemprotkannya ke udara atau meluapkan udara ke dalamnya.
  3. Koagulasi : Untuk menghilangkan warna, bakteri dan zat halus yang tersuspensi dalam air, sejumlah koagulan yang terkontrol secara tepat (seperti besi atau aluminium sulfat) ditambahkan ke dalam air. Koagulan bereaksi dengan bahan di dalam air sehingga mereka tetap bersatu, membentuk partikel yang lebih besar yang disebut "flok".
  4. Flokulasi : Mixer blender mencampurkan koagulan dan air menjadi satu dengan sangat cepat dan menyeluruh.
  5. Klarifikasi : Suatu proses (untuk memisahkan lapisan lumpur dari floc)
  6. Filtrasi : Air disaring melalui pasir yang sangat halus atau bahan seperti pasir untuk menghilangkan partikel yang tersisa.
  7. Injeksi gas ozon : Ini adalah perawatan opsional, yang menyaring air melalui butiran karbon untuk menghilangkan jejak sebagian besar bahan alami organik.
  8. Disinfeksi : Untuk menghilangkan bakteri berbahaya, ditambahkan sejumlah kecil klorin, yang biasanya merupakan metode paling efektif. Klorin memang memerlukan kontak dengan air untuk jangka waktu agar efektif.
  9. Pemeriksaan Level pH : Penyesuaian untuk netralitas.
  10. Disimpan dalam pipa utama - siap digunakan kembali untuk umum.

SOLUSI AERASI IPAL

Tim teknik kami telah menemukan sistem difusi aerasi yang sangat efektif dengan menggunakan Diffuser Ecorator. Kami menjamin bahwa sistem kami akan memberikan aerasi optimal tanpa menyumbat, tanpa blow-off dan tanpa pemeliharaan.
  • Tingkatkan Efisiensi Operasi
  • Kurangi Waktu Henti
  • Hemat Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Dari penjualan dan pemasangan diffuser aerasi hingga desain sistem aerasi lengkap, hubungi Tim Teknik kami untuk membantu Anda memaksimalkan fasilitas IPAL anda.

Untuk info lebih lanjut tentang Solusi Sistem Aerasi kami
silahkan hubungi 0823-2203-0415 / paul@yuanadam.com



Sumber : Oarsebubblediffuseraeration
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

0 komentar:

Posting Komentar